Arsip Berita Terbaru

Polling

Bagaimana Perencanaan yang Partisipatif di Kabupaten kebumen?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

KUWARASAN - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali digelar. Kali ini, TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2018 dipusatkan di Desa Sidomukti, Kecamatan Kuwarasan. Kegitan tersebut secara resmi dibuka oleh Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, di lapangan desa setempat, Selasa 10 Juli 2018.


Hadir pada acara itu, Ketua DPRD Kebumen Cipto Waluyo, Komandan Kodim 0709 Letkol Kav Suep, Kepala Kejari Kebumen Erry Pudyanto Marwantoro, Kasi Logistik Korem 072 Pamungkas Kolonel Inf I Made Alit Yudana, dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Yazid Mahfudz, membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengatakan TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa. Tapi, juga membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki. Serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi.

"Kita ingin rakyat makin sejahtera dan mandiri. kita juga ingin rakyat punya daya tangkal dan daya cegah terhadap berbagai hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa. Begitu pun kalau rakyat ditanya, tentu mereka juga menginginkan kehidupan yang sejahtera," tegasnya.

Menurutnya, TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga betapa penting dan luar biasanya semangat gotong-royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, sumbangan materi dan kebendaan.

"Belum lagi upaya-upaya pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan. Ini luar biasa ditengah upaya kita mengatasi persoalan kemiskinan Jawa Tengah yang angkanya masih cukup tinggi yaitu 12,23 persen pada tahun 2017," ujarnya.

Pasiter Kodim 0709 Kebumen Kapten Inf Bambang Muldianto, menjelaskan pelaksanaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2018 digelar selama 30 hari. Yakni mulai 10 Juli hingga 9 Agustus 2018.

"latar belakang dipilihnya Desa Sidomukti sebagai sasaran TMMD karena merupakan desa tertinggal. Kemudian, prasarana jalan penghubung belum memadai hingga peran dan semangat gotong-royong masyarakat cukup tinggi," terangnya.

Berbagai kegiatan digelar, diantaranya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 624,59 meter, rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 11 unit. Sedangkan, kegiatan non fisik meliputi penyuluhan bela negara, penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara. Penyuluhan tentang kesehatan, penyuluhan kadarkum, penyuluhan narkoba, penyuluhan percepatan penganekaragaman konsumsi berbasis lokal, penyuluhan KB hingga pemutaran Film

"Diperkirakan waktu yang direncanakan selama 30 hari kurang mencukupi. Maka telah diadakan pra TMMD selama 10 hari dengan prioritas pengerjaan jalan penghubung antar desa," tutupnya.(*)