Berita / Berita Terbaru / Detail

Bupati Kebumen Dorong Festival Kali Sat jadi Event Tahunan

Berita Terbaru 01 Agustus 2019 13:56:54 WIB Humas Kebumen dibaca 43 kali

PADURESO - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, mendorong kegiatan Festival Kali Sat di Desa Sendangdalem Kecamatan Padureso dijadikan event rutin tahunan. Sebab, kegiatan tersebut berpotensi menjadi destinasi baru yang dapat menjadi daya tarik wisatawan.

"Sebenarnya ini sudah berlangsung lama, tapi baru dilaunching. Kalau bisa jadi event tahunan nantinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujar Yazid Mahfudz, saat membuka Festival Kali Sat di Kawasan PLTA Wadaslintang d Desa Sendangdalem Kecamatan Padureso, Kamis (1/8).

Untuk mendukung, Pemkab Kebumen melalui Disporawisata akan melakukan pembinaan terhadap Pokdarwis setempat. Selain itu, juga akan pembinaan terkait pemberdayaan budidaya ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan.

"Kita akan terus berkomitmen mendorong inovasi-inovasi desa seperti. Apalagi Kebumen sangat strategis untuk dikembangkan sebagai daerah wisata dan pertanian," imbuhnya.

Ribuan warga di sekitar Waduk Wadaslintang memenuhi aliran Sungai Bedegolan untuk mengikuti Festival Kali Sat. Pada festival ini warga bebas menangkap ikan di sepanjang sungai tersebut. Namun, warga hanya diperbolehkan menangkap ikan menggunakan alat tangkap tradisional.

Kepala Desa Sendangdalem Yuli Imam Susanto, mengatakan warga yang ikut pada festival tersebut berasal dari Desa Sendangdalem, Padureso, Rahayu dan Kaliputih.
 
"Kegiatan ini tujuan Untuk melatih ketrampilan menangkap ikan sekaligus untuk menambah gizi masyarakat sekitar," kata dia disela-sela kegiatan.

Supervisor Senior PLTA Wadaslintang PT Indonesia Power, Sugiarto, menyampaikan penutupan air dari Bendung Wadaslintang merupakan kegiatan rutin setahun sekali. Penutupan dilakukan antara 1 Agustus hingga 30 September 2019.

"Kita tutup selama dua bulan dalam kurun waktu satu tahun," terang Sugiarto, saat mendampingi Bupati Yazid Mahfudz.

Menurutnya, penutupan dilakukan sesuai yang dijadwalkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air yang disinkronkan dengan petani.

"Ini memang penjadwalan dari pertanian. Sehingga pada bulan seperti ini petani harus beralih ke palawija," kata Sugiarto.

Dengan ditutupnya aliran air dari Waduk Sempor, pihaknya juga sekaligus untuk melakukan pemeliharaan terhadap peralatan PLTA setempat.(*)