Berita / Berita Terbaru / Detail

Bupati Kebumen Launching Kawasan Anyaman Pandan dan Kampung Batik

Berita Terbaru 03 Agustus 2019 15:38:35 WIB Humas Kebumen dibaca 788 kali

KARANGANYAR - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz melaunching Kawasan Anyaman Pandan dan Kampung Batik di Kabupaten Kebumen. Acara tersebut digelar di Alun-alun Karanganyar, Sabtu (3/8).

Hadir pada acara itu, Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Drs Syahrul MSi. Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Sekda H Ahmad Ujang Sugiono SH, Kepala Dispermades P3A Kebumen Drs H Frans Haidar MPA, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya Yazid Mahfudz, menyampaikan anyaman pandan merupakan salah satu geo-produk yang ada di Kawasan Geopark Karangsambung Karangbolong yang sedang dikembangkan.

"Sehingga kolaborasi pengembangan kawasan perdesaan ini sekaligus akan mendukung pengembangan geopark di Kabupaten Kebumen," kata Yazid Mahfudz.

Bupati mengatakan membangun kawasan butuh perhatian semua. Pemkab Kebumen telah mengucurkan bantuan keuangan ke pemerintah desa di 22 desa penyangga kawasan sebesar Rp 2 Miliar. "Yang akan berlanjut ke tahun 2020," ucapnya.  

Pemkab Kebumen telah menetapkan Pembangunan Kawasan Perdesaan dengan Keputusan Bupati Kebumen Nomor 410/178/KEP/2016 tentang Lokasi Pembangunan Kawasan Perdesaan Kabupaten Kebumen tahun 2016. Terdiri dari Kawasan Peternakan, Kawasan Wisata, Kawasan Batik, Kawasan Anyaman Pandan maupun Kawasan Gula Semut.    

Selain itu, telah tersusun Rencana Strategis Pembangunan Kawasan Perdesaan bekerjasama dengan UGM dan Unsoed Purwokerto. Rencana strategis sebagai salah satu panduan pelaksanaan di lima Pembangunan Kawasan Perdesaan.

Bupati berharap setelah dilaunchingnya Kawasan Anyaman Pandan dan Kampung Batik, produk lokal Kebumen tersebut akan semakin berkembang. "Saya berharap setelah dilaunching kemudian berhenti. Tetapi harus terus berlanjut," tegasnya.

Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Drs Syahrul MSi, mengatakan Kebumen memiliki produk anyaman pandan yang berpotensi dikembangkan. Namun, sayangnya selama ini dijual masih dalam bentuk produk setengah jadi.

"Sehingga akan menjadi branding daerah lain. Padahal ini bisa jadi branding sendiri bagi Kebumen," kata dia.

Pihaknya akan menjajagi produk Kebumen ini agar dijual melalui bisnis online atau start up. "Kemendes telah menjajagi dengan produsen stratup untuk memasarkan produk dari beberapa daerah. Mudah-mudahan ini bisa dipasarkan dalam media online," imbuhnya.   

Kepala Dispermades P3A Kebumen Drs Frans Haidar MPA, menjelaskan anyaman pandan dan batik menjadi salah satu ikon daerah yang perlu diuri-uri dan dilestarikan sebagai budaya lokal Kebumen.

Adapun wilayah masuk kawasan anyaman pandan meliputi dua kecamatan, yakni Karanggayam dan Karanganyar. Adapun desa penyangga di Kecamatan Karanggayam, Desa Penimbun dan Karanggayam. Kemudian, Kecamatan Karanganyar, desa penyangga kawasan Desa Wonorejo, Pohkumbang, dan Grenggeng.

Sedangkan, wilayah yang masuk kawasan batik yakni Kecamatan Pejagoan dengan desa penyangga kawasan Desa Jemur. Kemudian, Kecamatan Kebumen, desa penyangga kawasan Gemeksekti dan Jemur.

Berbagai rangkaian kegiatan digelar pada launching, diantaranya bocah nganyam massal yang diikuti sekitar 400 siswa SD dan SMP di wilayah Karanganyar dan Karanggayam. Kemudian, membatik massal yang diikuti 40 perajin batik, membatik untuk pengunjung dengan media mori dan pigura.

Selanjutnya, workshop bedah buku dan diskusi Gemrenggeng Grebeg Pandan Desa Kawasan Anyaman Pandan. Ada juga lomba desain anyaman pandan diikuti desa kawasan, stand bursa oleh Bumdes Berdikari dan bursa kawasan produk anyaman pandan dan batik serta bursa pernak pernik karya anyaman pandan serta produk lainnya.

Selain itu juga penampilan cepetan massal dan tari kuda lumping yang diikuti oleh kumpulan cepetan SD di wilayah Kecamatan Karanggayam. Sedangkan, launching ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh bupati bersama pejabat lainnya.(*)