Berita / Berita Terbaru / Detail

SEMARANG - Dua inovasi Pemkab Kebumen berhasil meraih penghargaan TOP 99 inovasi terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).  

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dari MenPAN RB Syafruddin pada acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Kementerian PANRB di Hotel Gumaya Semarang, Kamis (18/7) malam.

Dua terobosan itu, yang pertama Inovasi Stop Kematian Angka Kematian Ibu dan Anak melalui peran serta Pedagang Keliling (Sakina Peling). Kemudian, yang keduan inovasi Taman Proklim Lebah Klanceng (Tamplek).

Program Sakina Peling, merupakan terobosan baru yang diciptakan UPTD Puskesmas Buluspesantren II. Inovasi ini merupakan usaha preventif dan promotif dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak. Dengan cara memperluas jejaring, melibatkan peran serta masyarakat dalam hal ini melalui pedagang keliling.

Pedagang keliling dipilih karena sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi serta pengetahuan tersebut akan lebih cepat sampai kepada masyarakat luas, terlebih lagi hal itu dilakukan secara intens setiap harinya.

Jalinan kerjasama dilakukan sejak Januari 2018 dengan merekrut pedagang keliling yang berjualan di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II.

Selanjutnya inovasi Tamplek di Desa Kalioh Kecamatan Ayah. Yakni taman tetumbuhan diselingi budidaya lebah Klanceng yang didesain untuk meningkatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Yang memiliki peran penting dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, serta melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Tamplek merupakan perpaduan antara taman keanekaragaman hayati dan ekosistem dengan program kampung iklim. Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penumbuhkembangan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

"Ini tak sekadar penghargaan, momentum ini juga sebagai kolaborasi antar instansi pemerintah dalam menunjukkan komitmennya untuk pelayanan masyarakat yang lebih baik," ujar Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa.

Ia menjelaskan 99 inovasi ini terpilih dari 3.156 proposal inovasi yang diajukan secara online melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (Sinovik). Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang mencapai 2.824 proposal inovasi. Peningkatan ini, jelas Diah, tidak hanya kuantitas, tetapi juga dari segi kualitas inovasinya.

Bahkan, ada beberapa instansi yang sebelumnya tidak pernah mengikuti kompetisi ini di tahun-tahun sebelumnya, justru masuk dalam 99 inovasi terbaik tahun ini.

Diah menilai, banyak kepala daerah yang membuat peraturan yang mengharuskan daerahnya mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP). Hal itu terbukti dari banyaknya inovasi yang menjadi terobosan dalam optimalisasi pelayanan masyarakat.

"Kami lihat ini luar biasa. Iovasi yang mengubah mindset dan menjadi terobosan untuk pelayanan publik yang lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Semarang dipilih menjadi tuan rumah penghargaan ini karena provinsi dan daerah di Jawa Tengah mengikutsertakan inovasi terbanyak pada KIPP 2019.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melahirkan tiga inovasi. Sedangkan pemkab/pemkot yang berada di wilayah Jawa Tengah mengikutsertakan 22 inovasi dalam ajang bergengsi ini. Salah satunya Kabupaten Kebumen.(*)
=======

Tak hanya menargetkan dapat lolos 45 inovasi terbaik, yang lebih penting kedua inovasi tersebut dapat diduplikasi. Seperti Inovasi Sakina Peling dapat diterapkan di Puskesmas lain di Kabupaten Kebumen.

Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dengan ramah melayani salaman dari anak-anak SD di Alun-alun Kebumen, Jumat pagi.

Dua Terobosan Pemkab Kebumen Menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik

www.inikebumen.net KEBUMEN - Dua inovasi Pemkab Kebumen berhasil meraih penghargaan Top 99 inovasi terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).  

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dari MenPAN RB Syafruddin pada acara Penganugerahan Penghargaan Top 99 Inovasi Kementerian PANRB di Hotel Gumaya Semarang, Kamis malam, 18 Juli 2019.

Dua terobosan itu, yang pertama Inovasi Stop Kematian Angka Kematian Ibu dan Anak melalui peran serta Pedagang Keliling (Sakina Peling). Kemudian, yang keduan inovasi Taman Proklim Lebah Klanceng (Tamplek).

Bupati Yazid Mahfudz, kepada inikebumen setelah menerima penghargaan tersebut pihaknya menargetkan dua inovasi dari Kabupaten Kebumen dapat lolos posisi 45 inovasi terbaik.

"Mudah-mudahan keduanya dapat lolos, atau salah satunya bisa lolos," ujar Yazid Mahfudz, usai melepas jalan sehat dalam rangka Hari Koperasi ke-72 tahun 2019 di Alun-alun Kebumen, Jumat 19 Juli 2019.

Tak hanya menargetkan dapat lolos 45 inovasi terbaik, menurut bupati yang lebih penting kedua inovasi tersebut dapat diduplikasi. Seperti Inovasi Sakina Peling dapat diterapkan di Puskesmas lain di Kabupaten Kebumen.
 
"Inovasi ini sudah terbukti efektif menurunkan angka kematian bayi dan ibu hamil. Setelah adanya inovasi ini di Buluspesantren ini pada 2018 lalu sudah tidak ada lagi," ungkapnya.

Program Sakina Peling, merupakan terobosan baru yang diciptakan UPTD Puskesmas Buluspesantren II. Inovasi ini merupakan usaha preventif dan promotif dalam rangka menekan angka kematian ibu dan anak. Dengan cara memperluas jejaring, melibatkan peran serta masyarakat dalam hal ini melalui pedagang keliling.

Pedagang keliling dipilih karena sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Informasi serta pengetahuan tersebut akan lebih cepat sampai kepada masyarakat luas, terlebih lagi hal itu dilakukan secara intens setiap harinya.

Jalinan kerjasama dilakukan sejak Januari 2018 dengan merekrut pedagang keliling yang berjualan di wilayah kerja Puskesmas Buluspesantren II.

Selanjutnya inovasi Tamplek di Desa Kalioh Kecamatan Ayah. Yakni taman tetumbuhan diselingi budidaya lebah Klanceng yang didesain untuk meningkatkan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Yang memiliki peran penting dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup, meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, serta melaksanakan pemberdayaan dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Tamplek merupakan perpaduan antara taman keanekaragaman hayati dan ekosistem dengan program kampung iklim. Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan penumbuhkembangan kearifan lokal masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup.

Baca juga:
Dua Terobosan Pemkab Kebumen Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terbaik

Inovasi dari berbagai instansi pemerintah akan memperebutkan posisi 45 inovasi terbaik. Tim Evaluator dan Tim Panel Independen (TPI) akan melakukan verifikasi lapangan untuk melihat secara nyata inovasi yang menjadi unggulan.

Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Diah Natalisa, mengatakan verifikasi lapangan penting sebagai bukti dari inovasi yang dipresentasikan.

"Selain hasil presentasi, tim panel dan tim evaluator akan cek langsung bagaimana fakta di lapangan," ujar Diah, di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.

Dalam melakukan observasi dan verifikasi lapangan, TPI meminta Tim Evaluator atau menugaskan mystery shopper dengan mengedepankan integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas. Verifikasi diperlukan untuk memastikan kesesuaian informasi antara proposal dan dokumentasi inovasi dengan fakta di lapangan.

Khusus kepada pemerintah daerah yang masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik, pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan memberikan Dana Insentif Daerah (DID) untuk anggaran tahun 2020.

Inovasi-inovasi itu juga akan dikirim untuk mengikuti ajang kejuaraan dunia dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA). UNPSA dinyatakan oleh PBB sebagai penghargaan PBB yang paling prestisius karena melibatkan berbagai sektor lembaga internasional untuk pencapaian Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan 2030.(*)