Berita / Berita Terbaru / Detail

Gus Yazid Buka Pameran Bonsai dan Suiseki Perdana di Kebumen

Berita Terbaru 26 November 2019 08:24:30 WIB Humas Kebumen dibaca 9 kali

KEBUMEN - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, membuka Pameran Bonsai dan Suiseki perdana di Alun-alun Kebumen, Senin, 25 November 2019. Acara yang mengusung tema “Geo Bonsai dan Suiseki Kabupaten Kebumen 2019” diselenggarakan selama tujuh hari, mulai 21 November -1 Desember 2019.

Hadir pada pada pembukaan itu, Asisten 2 Sekda Kebumen Nugroho Tri Waluyo,  Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Sarno Kosasih, serta pengurus PPBI Kabupaten Kebumen.

Yazid Mahfudz, mengatakan bonsai merupakan miniatur tanaman mempunyai nilai seni yang indah dan nilai ekonomis untuk diperjualbelikan. Selain itu, memberikan manfaat edukatif atau pengetahuan tentang jenis pohon yang ada di dunia melalui pembuatan dan bentuk miniatur.

"Apalagi dikaitkan dengan geopark nasional kita. Saya  optimis, jika masyarakat jeli, kreatif, serta bersinergi dengan elemen-elemen terkait,  semua itu akan dapat kita  wujudkan.   Salah satunya dengan komunitas pecinta bonsai," kata Yazid Mahfudz.

Menurutnya, pameran bonsai  diperlukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tanaman unik tersebut. Di dunia internasional berbagai jenis tanaman bonsai Indonesia cukup dikenal dan mendapat apresiasi yang luar biasa. Para seniman bonsai Indonesia mendapat tempat di kalangan pencinta bonsai manca negara untuk melakukan  training dan workshop baik di Asia Pasifik, Eropa maupun di Amerika.

"Saya kira, kita perlu belajar. Ke depan di wilayah-wilayah geopark kita, bisa saja kita buat kampung bonsai atau semacamnya," ujarnya.  

Sementara itu, terkait dengan pameran suiseki, disamping sebagai sarana menggairahkan kembali pamor batu yang mulai menurun. Juga melalui kegiatan ini akan lebih mengenalkan berbagai varian seni batu dari Kebumen, khususnya batu Suiseki.

"Saya berharap, pameran ini akan mampu menarik minat masyarakat Kebumen maupun luar Kebumen terhadap bebatuan asli Kebumen.  Kita  ingin masyarakat kebumen dengan kekayaan batunya semakin tercerahkan dengan  berbagai jenis bebatuan, serta seni yang berbahan dasar batu," tegasnya.

Ketua Panitia Geo Bonsai dan Suiseki Kabupaten Kebumen 2019, Eko Sudaryanto, menjelaskan Pameran Bonsai dan Suiseki diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari sejumlah daerah. Bonsai yang dipamerkan sebanyak 367 buah dan suiseki 22 buah.

"Diantaranya, dari Serang dan Tangerang Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY dan Jawa Tengah," kata Eko Sudaryanto.

Menurutnya,  kegiatan itu untuk lebih mengenalkan bonsai Kebumen kepada masyarakat. Diharapkan bisa membantu program pemerintah. Salah satunya yakni mengurangi kemiskinan dan pengangguran, apabila masyarakat tergerak dan berniat untuk terjun menggeluti tanaman bonsai.(*)