Berita / Berita Terbaru / Detail

KEBUMEN - Kebumen menjadi kabupaten keempat yang mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten/Kota Inklusi di Jawa Tengah. Deklarasi bersama dengan UNICEF dan PW LP Maarif Jawa Tengah itu dilakukan di Alun-alun Kebumen, Jumat, 6 Desember 2019.

Deklarasi ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan penandatanganan naskah deklarasi.

Pada deklarasi itu, Pemkab Kebumen menegaskan beberapa komitmen. Diantaranya, berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya terhadap pelaksanaan program pendidikan inklusi di Kabupaten Kebumen.

Kemudian, siap mengemban amanat sebagai kabupaten inklusi dengan memberikan layanan terbaiknya terhadap anak berkebutuhan khusus dalam seluruh proses layanan publik dengan prinsip kesetaraan dan tanpa diskriminasi sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Siap mendorong bagi tersedianya sarana publik yang bisa diakses oleh anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas demi kemajuan bangsa dan Negara.

Selanjutnya, memberikan jaminan atas regulasi berupa Perda, Perbup ataupun lainnya termasuk penganggaran untuk anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas baik bersumber dari APBD Kabupaten maupun dukungan dari dana desa untuk nasib terbaik bagi mereka.

Serta ikut mempromosikan, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas di Kabupaten Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati KH Yazid Mahfudz, menyampaikan kegiatan ini sebagai wujud keberpihakan Pemkab Kebumen kepada para penyandang disabilitas.
"Saya menginginkan tidak ada perbedaan hak dan kewajiban baik mereka yang normal ataupun penyandang disabilitas," tegasnya.

Bupati menegaskan, Kabupaten Kebumen akan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada seluruh warga, kepada kelompok difabel. Sehingga mereka semua dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan.

"Saya berharap pasca pencanangan sebagai Kabupaten Inklusi keterlibatan masyarakat bisa semakin nyata dan menerima kehadiran para penyandang disabilitas," imbuhnya.

Ketua PW LP Maarif Jawa Tengah, Andi Irawan mengatakan, ada empat Kabupaten di Jawa Tengah yang difasilitasi atas kerjasama ini. Yakni Kabupaten Banyumas, Semarang, Brebes dan Kebumen. Empat Kabupaten ini menjadi role model terbaik dalam rangka penanganan anak berkebutuhan khusus.

"Baik itu yang dilakukan oleh Pemkabnya maupun partisipasi masyarakatnya untuk mewujudkan terbaiknya dalam memenuhi hak-hak anak tersebut," kata dia.

Seperti hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi dan hak perlindungan. Termasuk bagaimana keberpihakan daerah dalam upaya mewujudkan kebijakan terbaiknya untuk anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas yang tersebar di desa dan kelurahan.

Acara yang dihadiri juga oleh perwakilan UNICEF Arie Rukmantara, ini juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa memperjuangkan nasib disabilitas di Kebumen. Seperti Irma Suryanti (tokoh difabel inspiratif bidang ekonomi produktif), dr Faiz Allaudien Reza Mardika (pengusaha peduli difabel), Apri Kuncoro (difabel penulis buku cerita), hingga Ir M Yahya Fuad SE (bapak difabel Kabupaten Kebumen).(*)