Berita / Berita Terbaru / Detail

Menteri Susi Dijadwalkan Akan Resmikan Kampung Garam di Kebumen

Berita Terbaru 18 September 2019 15:22:29 WIB Humas Kebumen dibaca 11 kali

KEBUMEN - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dijadwalkan akan melaunching Kampung Garam di Kabupaten Kebumen pada Selasa, 24 September 2019. Peresmian sentra industri garam rakyat itu akan diselenggarakan di dua tempat.

Yang pertama peresmian gedung pengolahan garam Desa Tanggulangin Kecamatan Klirong. Kemudian, peresmian unit pengolahan garam di Kampung Garam Desa Miritpetikusan Kecamatan Mirit.

"Kita masih melakukan komunikasi, mudah-mudahan Ibu Menteri bisa hadir," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen La Ode Haslan, pada jumpa pers persiapan launching Kampung Garam di Gedung Press Center Kebumen, Rabu, 18 September 2019.

La Ode Haslan menjelaskan Menteri Kelautan dan Perikanan akan memberikan bantuan tunnel garam untuk Koperasi Mutiara Samudera Selatan. Dengan lahan di  Desa Tanggulangin dan Desa Mirit Petikusan seluas 2 hektar dari Loka PSPL Serang.

"Launching Kampung Garam Desa Miritpetikusan ditandai dengan pelepasan balon dan panen garam," ujarnya.

Menteri Susi bersama rombongan juga akan meninjau kolam garam untuk sauna dan perendaman kaki (garam kesehatan). Kemudian, meninjau kolam terapi ikan nilem, pameran Poklahsar, olahan garam hingga meninjau selfi area.

"Akan ada kampanye memasyarakatkan makan ikan dan ampanye tolak plastik sekali pakai," imbuhnya.

Sementara itu, produksi garam di pesisir selatan Kebumen ternyata memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari produksi daerah lain. Sebab, garam Kebumen memiliki kadar natrium klorida (Na Cl) yang mencapai 95,75 persen. Sementara garam konsumsi minimal hanya 94 persen dan garam industri 97 persen

"Kandungannya (NaCL) ini melebihi garam konsumsi. Sehingga kalau dinaikan sedikit menjadi 97 bisa menjadi untuk bahan kosmetik," terang La Ode Haslan.

La Ode Haslan menjelaskan, selain kadar Na Cl yang cukup tinggi garam Kebumen juga sangat bersih, bebas dari air tawar dan tidak tercemar. Hal ini terjadi karena sepanjang garis pantai 57,5 km yang ada di Kabupaten Kebumen tidak tercemar limbah industri.

"Sekarang sudah ber-SNI dan garam beryodium sehingga sudah bisa konsumsi," ucapnya.(*)