Berita / Berita Terbaru / Detail

KEBUMEN - Kategori penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima Kabupaten Kebumen tahun ini naik kelas. Dari yang sebelumnya Pratama menjadi Madya.

Penghargaan itu diberikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise dan diterima oleh Sekda Kebumen Ahmad Ujang Sugiono. Penyerahan dilakukan pada acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 di Fourpoint By Sheraton Makassar, Selasa (23/7).

"Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Kebumen berhasil menerima penghargaan menjadi madya," ujar Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, pada acara pelantikan kepala desa terpilih di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa pagi, 23 Juli 2019.

Meski penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama, namun hal itu menunjukkan komitmen  Pemkab Kebumen untuk memenuhi hak anak diakui oleh pemerintah pusat.

Prestasi itu diraih setelah lima tahun terakhir Kabupaten Kebumen berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama. Yaitu pada tahun 2012, 2013, 2015, 2017, 2018.

Dalam keterangan tertulisnya, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin mengatakan malam penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dihadiri 247 kabupaten kota di Indonesia. Jumlah ini mengalami peningkatan 40 persen dari tahun sebelumnya.

"Penerima penghargaan KLA dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, angka penerima KLA tahun ini meningkat 40 persen dibanding tahun 2018, tahun lalu jumlah kabilaten kota yang meraih penghargaan hanya 177 kabupaten/kota," kata Lenny N Rosalin.

Adapun penghargaan tersebut dibagi dalam 5 kategori tingkatan. Yakni KLA Pratama, KLA Muda, KLA Nindya, KLA Madya dan KLA Utama.

Khusus tahun ini, Kementerian PPPA memberikan penghargaan pemerintah provinsi untuk dua kategori yaitu pelopor provinsi layak anak dan penggerak provinsi layak anak.

Lenny menyebut, selain penganugerahan kota layak anak, Kemententerian PPPA juga meluncurkan model gereja layak anak dan deklarasi jurnalis kawan anak.(*)