Berita / Berita Terbaru / Detail

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Kebumen Libatkan Kades dan Lurah

Berita Terbaru 07 Oktober 2019 12:10:51 WIB Humas Kebumen dibaca 44 kali

KARANGANYAR - Sebanyak 500 peserta mengikuti kampanye gerakan peduli stunting di Hotel Candisari Karanganyar, Senin (7/10). Mereka terdiri dari 460 kepala desa/lurah dan kepala puskesmas se Kabupaten Kebumen.

Acara yang dibuka oleh Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH, dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Y Rini Kristiani, Kepala BAP3DA Pudji Rahaju, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Ahmad Ujang Sugiono, menyampaikan penanganan masalah stunting harus menggunakan pendekatan multi sektor. Tujuan akhirnya adalah  perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Karenanya, saya mengajak agar seluruh OPD, dunia usaha, profesi, instansi  pelayanan kesehatan dan elemen lainnya mengambil peran dalam upaya penanggulangan stunting. Begitu juga camat dan kepala desa saya minta ikut membantu," kata Ujang Sugiono.

Sekda meminta para pejabat di wilayah bekerjasama dengan kepala desa ikut terjun langsung ke lapangan. Untuk memantau dan mendata semua bayi yang ada di wilayahnya.

"Bersama bidan desa, memantau kondisi pertumbuhan bayi agar tidak stunting. Saya ingin semua pertumbuhan bayi normal. Jika ada stunting, tolong diidentifikasi apa penyebabnya untuk ditangani bersama-sama," pintanya.

Tidak hanya bayi, lanjut dia, kondisi ibu hamil juga perlu dikawal. Hal ini agar pertumbuhan janin di dalam rahimnya bisa sempurna. Baik asupan gizinya maupun kebersihan lingkungan rumahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Y Rini Kristiani, mengatakan angka stunting di Kabupaten Kebumen saat ini mencapai 19,2 persen atau 10.192 dari seluruh balita yang ada. Diprediksi, jumlahnya akan bertambah karena balita yang terdeteksi saat ini baru 63 persen.

"Karena saat ini masih ada 37 persen bayi balita dalam proses pendataan," ujarnya.

Sesuai dengan target dari Pemprov Jateng, Kabupaten Kebumen akan berupaya menurunkan angka kasus stunting sebanyak 2 persen setiap tahunnya. "Setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah harus mampu menekan minimal 2 persen setiap tahun," imbuhnya.

Sementara itu, Kampanye Gerakan Peduli Stunting Kabupaten Kebumen menghadirkan sejumlah narasumber. Yaitu dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan dokter spesialis anak RSU Banyumas.(*)