Berita / Berita Terbaru / Detail

Untuk Jaga Populasi, Bupati Kebumen Ikut Lepas Tukik di Pantai Jogosimo

Berita Terbaru 04 Agustus 2019 23:25:05 WIB Humas Kebumen dibaca 32 kali

KLIRONG - Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz, melepasliarkan anak penyu atau tukik ke laut di Area Konservasi Penyu Objek Wisata Kalibuntu Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Minggu (4/8) sore. Ratusan wisatawan juga dilibatkan dalam melepas jenis penyu lekang atau lepidochelys olivacea tersebut.

Hadir Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, Asisten Sekda Nugroho Tri Waluyo, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan La Ode Haslan, Kepala Disporawisata Kebumen Azam Fatoni, warga setempat serta ratusan wisatawan.

Pelepasan satwa yang dilindungi ini ternyata menjadi atraksi wisata menarik di kawasan tersebut.

Bupati Yazid Mahfudz, mengapresiasi masyarakat setempat yang telah menginisiasi untuk menyelamatkan telur-telur penyu dari para pemburu untuk kemudian ditetaskan menjadi tukik.

"Inilah bentuk kepedulian terhadap kelestarian penyu dan lingkungannya," kata Yazid Mahfudz.

Upaya itu, lanjut bupati, penting dilakukan untuk menambah populasi penyu yang saat ini terancam punah. Terlebih penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

"Keberadaan penyu penting untuk menyeimbangkan ekosistem lautan atau sebagai bagian dalam rantai biota laut," imbuhnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung Desa Jogosimo, Ahmad Munajat, mengatakan tukik yang dilepasliarkan kali ini sebanyak 200 ekor hasil penetasan alami.

"Pelepasliaran tukik ini merupakan yang kedua setelah pelepasliaran pada tahun 2018 lalu," ujar Ahmad Munajat, disela-sela acara.

Ia menjelaskan jumlah tukik yang dilepasliarkan ke alam bebas sebanyak 200 ekor dari hasil penangkaran oleh Pokdarwis Gajah Gunung. Menurut Munajat, sebenarnya ada 1.000 butur telur yang ditetaskan secara alami. Namun, yang sudah menetas dan siap dilepasliarkan baru 200 ekor tukik.

"Lama penetasan sekitar 45 hari, tukik yang siap dilepasliarkan baru berumur seminggu," ucapnya.

Munajat menambahkan, telur-telur penyu tersebut merupakan hasil perburuan dari angggota Pokdarwis di habitatnya Pantai Kalibuntu.

Selain itu, juga membeli telur penyu yang ditemukan warga setempat atau pemancing. Telur-telur itu ditetaskan secara alami dengan cara dipendam pasir.(*)